Adriannugraha’s Blog

Januari 8, 2010

Patut dijadikan anutan nih, biar bahagia dunia akhirat

Filed under: Uncategorized — adriannugraha @ 10:05 am

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about the important of investment three years ago. I wish i could be someone like him…to give all attention to family..i believe family is our precious thing..more than money or gold.

Juni 29, 2009

Cerita Dari Sebuah Pensil

Filed under: Uncategorized — adriannugraha @ 8:56 am

lego_pensilSeorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.”
“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”
“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.
“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

Sumber: Anonymous

Januari 27, 2009

MMP Dalam Kenangan ….

Filed under: Uncategorized — adriannugraha @ 4:20 am

200820080012Malam ini, pukul 22.00, aku menatap beberapa foto di laptop. Ada beberapa yang sempat kuedit. Dan salah satu yang kuedit itu, foto buka bersama redaksi kantor MMP. Hmm… sempat aku terhenyak, terdiam, hening, dan tanpa terasa tiba-tiba ada sebulir air mata jatuh ke meja. Rasa kangen, sedih, gembira, campur aduk disana, tapi entah gembira apa yang kurasakan. Kangen rasanya ingin berkumpul dengan teman-teman tim redaksi, bercanda bareng, pergi makan bareng, jumatan bareng, buka puasa bareng, ngaji bareng sebelum kerja dan lain-lainnya. Sedih, ini yang kubenci teramat sangat, berpisah dengan teman-teman yang sudah tersemat benang                     cimg12242persahabatan yang begitu dekat. Satu per satu teman-teman pergi dengan takdir masing-masing. Tidak tahu kenapa pertemuan yang ada terasa amat singkat. Baru saja mengecap ikatan persaudaraan dalam tim, tapi sudah dipisahkan oleh waktu. Entah…sudah berapa kali aku mengalami hal seperti ini. Pikiran dan hati sudah sering diacak-acak oleh peristiwa seperti ini. Barudak, kangen ngumpul deui euy! Doakan saja mudah-mudahan ada jalan kita berkumpul lagi dalam satu tim atau satu kantor. Selamat dan sukses ya teman-teman yang sudah mendapat tempat baru, mudah-mudahan bisa berkarya lebih baik lagi.
…………………………..

bandung beranjak tengah malam

Januari 16, 2009

Akhirnya Terbit Juga!

Filed under: Uncategorized — adriannugraha @ 6:31 am

Sudah lama dinanti tulisanku kali ini yang berbentuk ensiklopedia untuk anak-anak untuk diterbitkan. Ada kebanggaan tersendiri melihat tulisanku menjadi berbentuk buku dan beredar di pasaran. Wuiihh senang dan leganya….
ensi001-for-web3 Sebenarnya sih agak nggak percaya disuruh nulis ensiklopedia. Tahu sendiri kan, ada banyak detail yang harus ditulis dan disertakan dalam sebuah ensiklopedia. Tapi alhamdulilah bisa beres juga. Prosesnya sendiri makan waktu ampe berbulan-bulan dan belum revisi dari beberapa editor ahli. Editor ahlinya juga ada yang Profesor dan rata-rata setingkat Doktor.
Wuiihhh, capek banget!
Jadi inget waktu dulu bikin skirpsi dan digempur oleh banyak penguji! Tapi itu semua amat sangat terobati dengan jadinya tulisan itu menjadi sebuah buku yang lux dan mewah. Seennneeengg banggeeett! Satu paket Ensi ini terdiri dari 8 buku dengan sampul hardcover. Penulis juga sih bukan hanya saya aja, alias tim. Tim ini juga terdiri dari beberapa penulis yang mempuni banget. Jadi agak minder sebenarnya menjadi bagian dari tim penulis ini, tapi sekaligus membanggakan juga sih! Tim lain yang sangat membantu terbitnya buku ini adalah tim editor yang sangat jeli dan tim desain cover dan layout yang sudah membuat buku ini menjadi lux dan enak untuk dibaca karena perpaduan warna sangat baik, ma kasih semuanya.
Seri Ensiklopedia ini terdiri atas delapan jilid yang disusun secara tematis dengan ukurannya 21,5 x 28.5 cm, Jilidnya antara lain:
1. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Tubuh Manusia.
2. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Jagat Raya
3. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Lingkungan
4. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Dunia Hewan
5. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Energi
6. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Komputer.
7. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Teknologi.
8. Seri Ensiklopedia Dunia Sains: Jelajah Dunia.

Januari 14, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — adriannugraha @ 6:35 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.